Hal – Hal Penting Dalam Renovasi Rumah Tipe 36



Renovasi rumah tipe 36 sering terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah anggota keluarga. Hal ini dikarenakan rumah tipe 36 memang didesain untuk keluarga kecil, sehingga jika bertambah jumlah anggota keluarganya tentunya kita perlu merenovasinya agar bisa menampung keluarga kita dan kita bisa tetap nyaman tinggal di rumah itu. Tentunya sangat tidak nyaman tinggal dengan anggota keluarga yang banyak di rumah yang sempit dengan ruang terbatas. Selain itu juga bisa dikarenakan kita bosan dengan desain rumah kita karena terlalu menempatinya. Renovasi rumah menjadi pilihan karena keterbatasan dana untuk membeli rumah baru.

Contoh Cara Renovasi Rumah Tipe 36

Desain dan Biaya Renovasi Rumah Tipe 36

Untuk merenovasi rumah perlu dilakukan pertimbangan karena walaupun biayanya lebih murah dibandingkan membeli atau membangun rumah baru, tapi tetap saja biaya renovasi rumah tidak murah. Renovasi rumah tipe 36 juga tidak menjadi pengecualian. Walaupun tipe rumah 36 ukurannya lebih kecil, namun biayanya tidak berarti kecil karena bukan berarti rumah yang besar renovasinya lebih mahal dibandingkan tipe rumah minimalis seperti rumah tipe 36, karena yang menjadi pertimbangan utama biaya renovasi adalah seberapa banyak renovasi yang perlu dilakukan terhadap rumah kita. Untuk merenovasi rumah harus diteliti dengan cermat bagian mana saja yang perlu direnovasi lebih dahulu. Jika bagian yang perlu direnovasi lebih dari 50% maka perlu dianggarkan dengan benar agar dana yang dikeluarkan tidak menggelembung.

Untuk merenovasi rumah, terutama renovasi rumah tipe 36 yang berada di daerah perkotaan yang padat, kita harus lebih dahulu menentukan tujuan dari renovasi rumah kita. Tujuan renovasi rumah bisa merenovasi secara keseluruhan, mengubah struktur rumah atau hanya memperbaiki bagian yang rusak. Tentunya merenovasi seluruh rumah membutuhkan biaya yang lebih mahal karena sama saja kita membangun ulang rumah kita. Karena itulah kita harus benar-benar mencocokkan tujuan renovasi rumah kita dengan dana yang ada. Biaya yang perlu diperhatikan untuk melakukan renovasi rumah meliputi biaya persiapan, biaya pengerjaan struktur, biaya arsitektur dan biaya pengerjaan elektrikal dan mekanikal.

Renovasi rumah tipe 36 umumnya berupa pengembangan menjadi 2 lantai. Jika konstruksinya kurang baik, maka biasanya perlu dilakukan pergantian konstruksi yang baru. Jika konstruksinya masih bagus, tentunya biaya renovasinya akan lebih murah karena hanya perlu dilakukan penambahan struktur dengan suntik kolom. Suntik kolom ini bertujuan untuk memperkuat struktur penopang. Penambahan lantai juga berarti kita harus mengeluarkan biaya untuk lantai dan pondasi dinding dan tentu saja properti interior bangunan. Jika desain awal rumah memiliki space lebih menguntungkan karena tidak perlu dilakukan pembongkaran untuk membuat space sebagai tempat tangga yang menuju keatas. Tentunya akan menguntungkan karena meminimalisir biaya pengeluaran.

Untuk meminimalisir biaya renovasi, untuk membangun lantai 2 sebaiknya tidak merubah denah awal rumah sehingga biayanya lebih hemat. Jika tidak ada space kosong untuk tangga bisa memanfaatkan dapur dimana dapur dipindah kebagian belakang. Sebenarnya untuk renovasi rumah tipe 36 tidaklah perlu membutuhkan dana yang banyak asalkan kita bisa memanage keuangan kita dengan baik dan benar yaitu dengan menyusun anggaran renovasi bangunan sehingga tidak ada dana yang sia-sia karena dikeluarkan untuk bagian yang tidak perlu direnovasi. Demikian penjelasan penulis tentang hal – hal penting dalam merenovasi bangunan tipe rumah 36. Semoga artikel dapat bermanfaat bagi pembaca dan membantu pembaca yang ingin merenovasi rumahnya.

Please Share :)
0