Interior Kamar Tidur Anak



Sejatinya desain interior kamar tidur anak tidak jauh beda dengan kamar tidur orang dewasa sebab keduanya sama-sama memprioritaskan faktor kenyamanan. Hanya saja letak perbedaannya terdapat pada furnitur dan aksesoris dimana memang harus disesuaikan dengan karakter penghuninya. Terlepas apapun tema desainnya, secara garis besar desain kamar tidur anak harus memenuhi beberapa aspek standar yatu memberi kenyamanan saat tidur, belajar,bermain, dan aktivitas lainnya. Secara umum ada satu hal yang harus dipertimbangkan terkait desain kamar tidur anak yaitu usia. Dengan mempertimbangkan hal tersebut maka kita dengan mudah dapat menentukan desain kamar tidur anak sesuai kebutuhan mereka dan yang paling penting sesuai dengan usia dan karakter mereka.

Desain Elemen Interior Kamar Tidur

Fasilitas Hiburan

Terlepas berapapun usia anak baik laki-laki atau perempuan, pemberian fasilitas hiburan pada kamar tidurnya harus dicermati. Intinya tidak semua fasilitas hiburan cocok untuk perkembangan psikologis anak. Disini kita harus selektif memilih sarana hiburan untuk anak minimal fasilitas tersebut tidak memberi dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak
.
Fasilitas hiburan seperti televisi, DVD Player, komputer atau laptop menjadi beberapa jenis hiburan yang perlu pengawasan ekstra. Dalam hal ini tentu anak-anak tidak boleh terlalu larut dengan berbagai fasilitas tersebut. Misalnya dengan adanya TV di kamar justru anak lupa belajar karena waktunya habis di depan TV atau anak malah menghabiskan waktunya untuk main game karena tersedia komputer atau laptop dalam kamarnya. Sah-sah saja anak menggunakan perangkat komputer selama itu digunakan untuk penunjang aktivitas belajar, namun sebaliknya kita harus memproteksi jangan sampai anak membuka website-website yang merusak kejiwaan anak.

Posisi Kamar yang Tenang

Idealnya posisi kamar tidur anak dijauhkan dari suara atau hal-hal yang menimbulkan kebisingan. Apalagi jika posisi rumah terlalu dekat dengan jalanan umum yang ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Oleh sebab itu mempertimbangkan desain awal mengenai posisi kamar tidur anak menjadi faktor yang paling penting. Anak-anak tentu lebih nyaman saat beristirahat dan tenang saat belajar tanpa gangguan suara bising dari luar. Jika memang suara-suara bising tidak bisa dihindari memberi peredam suara pada interior kamar tidur anak merupakan opsi paling bijak.

Pilihan Warna

Sedikit banyak warna sanggup memberi pengaruh terhadap karakter anak. Anak-anak umumnya cenderung menyukai warna-warna cerah, namun pengaplikasiannya tidak perlu berlebihan. Mengapa? Warna cerah berlebihan biasanya memberi efek susah tidur pada anak apalagi jika dikombinasikan dengan cahaya lampu yang terlalu terang. Disamping itu warna yang terlalu cerah kadang memicu anak berperilaku hiperaktif sehingga merangsangnya untuk terus bermain dan bermain.

Meminimalkan warna cerah tak lantas harus menonjolkan dominasi warna gelap. Sebaliknya warna gelap atau cenderung gelap harus kita hindari, misalnya coklat atau hitam. Warna gelap tentu menimbulkan ketidaknyamanan pada anak sehingga imajinasinya lebih menjurus ke hal-hal yang menakutkan atau sesuatu yang menyeramkan. Warna yang tepat untuk interior kamar tidur anak adalah kombiasi biru muda dan oranye, biru dan putih, atau warna pastel.

Tema Kamar

Motif atau tema untuk interior kamar tidur anak juga membutuhkan perhitungan yang cermat. Idealnya tema kamar tidur anak difokuskan pada hal yang sanggup memacu kreativitas dan kecerdasan anak, contohnya, pegunungan, langit cerah, atau tema nuansa alam lainnya. Motif lain yang memberi efek semagat pada anak adalah apa yang menjadi kesukaan mereka, misalnya tema kartun atau animasi-animasi yang kental dengan keseharian anak-anak. ingat, anak-anak memiliki jiwa yang masih labil, bisa jadi sewaktu-waktu ia merasa bosan dengan tampilan kamar tidurnya. Untuk itu tidak ada salahnya mendengarkan apa yang menjadi keinginan anak terkait selera desainnya agar anak tak merasa jenuh didalam kamar.

Please Share :)
0