Memahami Tips Dan Sketsa Rumah Minimalis



Sejarah dari sketsa rumah minimalis tidak dapat dipisahkan dari sejarah umum gaya arsitektur minimalis. Bermula dari resesi ekonomi Eropa pada akihir abad ke-20 karena Perang Dunia Pertama, memaksa para arsitek untuk merancang bangunan rumah-rumah murah bagi masyarakat miskin pada saat itu. Kenaikan harga yang mencekik kehidupan kelas bawah, sementara setengah dari gaji mereka digunakan untuk membayar sewa.

Desain Sketsa Rumah Minimalis Autocad

Para master arsitek modern kemudian berkumpul pada tahun 1929 di Frankfrut. Mereka mengadakan kongres CIAM (International Congress of Architecture Moderne). Ini adalah kedua kalinya diadakan CIAM, isu rumah murah adalah tema sentral kongres tersebut. CIAM telah melahirkan solusi ilmiah untuk masalah ketersediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat miskin. Melalui standarisasi dan rasionalisasi mekanisme yang mungkin untuk membangun perumahan dengan cepat dan murah.

Dengan metode produksi massal atau sistem manufaktur yang dapat menghemat material dan waktu, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan tenaga kerja. Hal ini didukung oleh teknologi rangka baja konstruksi dan beton pracetak saat itu. Dampak dari rasionalisasi adalah aspek yang sangat maju dari fungsi, sehingga penampilan tidak penting. Pertimbangan efisiensi yang dihasilkan penampilan minimal bangunan. Elemen estetis seperti dekorasi dan ornamen telah dilarang, karena akan menambah biaya tenaga kerja dan pemeliharaan. “Ornamen adalah kejahatan,” kata seorang arsitek bernama Adolf Loos pada saat itu. Akhir dari pertemuan CIAM menghasilkan sebuah buku yang berjudul Die Wohnung fur das Existenzminimum yang berisi hasil ide dan gagasan peserta konferensi dalam bentuk gambar dan tulisan.

Sementara bagi Anda yang ingin membuat rumah dengan sketsa rumah minimalis, simak tips berikut:

1. Mulailah dengan satu ruang

Mulailah dengan skala kecil dulu. Misalnya, Anda dapat memilih untuk mengubah ruang tamu atau ruang keluarga, sehingga Anda dapat lebih fokus pada perencanaanya. Setelah selesai, Anda dapat melanjutkan ke ruang lain.

2. Pengaturan Furniture

Mengganti furnitur lama dengan desain furnitur minimalis dengan bentuk sederhana. Ukuran dan bentuk furniture harus disesuaikan dengan ukuran ruang. Anda harus bisa memilih furnitur yang ramping dan cocok untuk ruang kecil atau sempit. Tempatkan furnitur di tempat yang benar-benar dibutuhkan.

3. Singkirkan pernak-pernik yang tidak perlu

Tanyakan kepada diri sendiri apakah Anda benar-benar membutuhkan ornamen seperti vas, kendi, patung, atau tampilan lain? Anda Harus menyingkirkan benda-benda yang tidak teralu penting. Anda pasti bisa melihat beberapa pernak-pernik tertentu, yang dapat penting karena nilai sejarah. Misalnya, foto-foto Anda dan keluarga Anda. Tapi memilih konsep bingkai foto desain minimalis.

4. Menyimpan barang yang tak digunakan

Benda-benda yang Anda miliki dapat disingkirkan dengan memberikannya kepada kerabat atau tetangga yang membutuhkan. Tetapi jika Anda masih merasa perlu, maka simpanlah dengan baik. Anda dapat menikmati sudut-sudut ruang yang tersisa untuk penyimpanan. Misalnya, ruang di bawah tangga atau atas lemari, tapi jangan lupa untuk memberikan penutup sehingga terlihat lebih bersih dan minimalis.

5. Membersihkan elemen lantai

Hal yang dimaksud disini bukanlah menyapu atau mengepel lantai. Hal yang dimaksud adalah meminimaliskan lantai rumah karena tidak ada karpet atau penggunaan lainnya. Jika Anda ingin karpet dilantai rumah Anda, maka pilihlah salah satu yang memiliki desain sederhana tanpa banyak pola dalam warna-warna terang seperti krem atau abu-abu. Saat ini di pasaran dijual karpet dengan desain minimalis kontemporer yang bisa Anda dapatkan dengan mudah.

Please Share :)
0